Deism

Deism rejects the "revelations" of the "revealed" religions but does not reject God.

Bahwa dengan pengetahuan, akal, pikiran, dan logika seseorang bisa menentukan bahwa Tuhan adalah nyata.

God Gave Us Reason, Not Religion.

Fatamorgana Agama

Fatamorgana = fa·ta·mor·ga·na/ n Hal yang bersifat khayal dan tidak mungkin dicapai

Agama = /aga·ma/ n ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.


Pertanyaan sederhana : Siapa yang mengatur tata keimanan dan cara beribadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa? Manusia purba yang dianggap nabi (manusia sejarah yang dianggap guru, utusan tuhan, anak tuhan, dll)?

 

Manusia memiliki akal, pikiran, dan logika untuk mengatur keimanannya kepada bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa, tanpa perlu mempercayai sebuah tata acara beribadah yang diciptakan manusia jaman pra sejarah yang belum terjamah teknologi.

Manusia diciptakan dengan memiliki akal, pikiran, pengetahuan, dan logika. Karena itulah tercipta banyak agama di dunia. Dan karena itulah masing-masing agama memilih untuk membuat tata cara ibadahnya sendiri.

 

Tuhan adalah sesuatu yang agung dan maha kuasa.
Agama hanya fatamorgana yang diciptakan manusia pra sejarah (purba) yang belum terjamah teknologi dan belum memiliki intelektual.

Tuhan berkuasa atas dunia dan yang menciptakan manusia serta segala isinya.

 

Salah satu contoh sederhana :
Aristoteles, seseorang dengan segala kepandaian dan kebijaksanaanya, kenapa tidak menganggap dirinya utusan Tuhan dan kenapa tidak dianggap nabi oleh manusia pada jamannya.
Justru manusia-manusia yang hidup jauh sebelum Aristoteles lahir, dan masih sangat jauh tertinggal dari peradaban Yunani Kuno dengan mudahnya dianggap sebagai utusan Tuhan.

Leave a comment

Refresh Security code