Binatang Amfibi

Amfibi adalah binatang berdarah dingin yang dapat hidup di air dan di darat. Sebagian besar amfibi mengawali hidup dengan bernapas memakai insang, lalu menyusul bernapasa dengan paru-paru.

Katak, bangkong, salamander, kadal air, dan Cecilia merupakan hewan amfibi. Mereka merupakan makhluk berdarah dingin yang mengandalkan lingkungan sekitarnya untuk memperoleh suhu yang hangat. Amfibi dewasa biasanya memilki kulit lembut, tipis, dan basah yang dapat menyerap oksigen dari udara guna membantu mereka bernapas. Namun, beberapa katak dan bangkong memiliki kulit tebal dan berkutil yang berguna untuk membantu mereka bertahn hidup pada kondisi yang lebih kering.

TELUR TERBUNGKUS LENDIR KENTAL

Cara amfibi berkembang biak tergolong unik. Amfibi betina menghasilkan telur-telur yang terbungkus lender kental dan di tempatkan di dalam air, telur-telur ini menetas menjadi kecobong. Beberapa amfibi hanya membutuhkan sedikit air untuk menempatkan telur-telurnya di dedaunan yang basah dan bangkong bidan jantan membawa telur-telur si betina di kaki belakangnya, lalu memasukkan ke dalam air.

RAKUS

Semua amfibi adalah pemburu. Banyak amfibi menggunakan matanya yang menonjol keluar untuk mengikuti mangsa. Katak-katak kecil dan salamander memangsa serangga dan ikan yang sangat kecil. Bangkong besar menelan tikus dan burung. Beberapa katak dan salamander memiliki lidah yang panjang dengan ujung yang berperekat, yang dapat dikibaskan untuk menangkap serangga.

LOMPATAN

Lebih dari 80 persen amfibi merupakan katak dan bangkong dan temasuk dalam bangsa Anura. Tidak ada perbedaan ilmiah antara katak dan bangkong, yang berkulit basah dan licin serta biasanya melompat di sebut katak, yang berjalan terkedek-kedek serta berkulit lebih kering dan tidak licin di sebut bangkong.

SALAMANDER DAN CECILA

Kadal air dan salamander (bangsa Urodela) memiliki tungkai yang pendek dan ekor yang panjang. Sebagian besar salamander bernapas dengan menggunakan paru-paru dan kulit walaupun beberapa salamander tidak memiliki paru-paru. Cecila (bangsa Apoda) merupakan kelompok amfibi yang ketiga dan yang tekecil. Cecila memiliki bentuk menyerupai cacing, dengan moncong yang tumpul untuk menggali terowongan, mata yang sangat kecil dan mulut yang lebar.

Salamander Meksiko umumnya menghabiskan hidupnya sebagai berudu atau kecobong dan bernapas dengan insang.

 

  • Semua amfibi memiliki kelenjar di dalam kilit yang menghasilkan lanyau guna membantu membuatnya tetep basah . beberapa amfibi juga menghasilkan zat berbau tidak sedap atau beracun sebagai senjata melawan predator. Warna terang kulit salamander api menjadi peringatan bagi predator bahwa tubuh salamander memiliki racun bila di makan.
  • Salamander dengan tanda mirip kaca mata di sekitar matanya memiliki ekor berwarna merah terang yang dapat melengkung ketika terancam.

SIKLUS HIDUP AMFIBI

Perkawinan katak  biasanya di tandai dengan duduknya katak jantan di atas punggung katak betina selama tiga hari. Segera setelah katak betina bertelur di dalam air, katak jantan mengeluarkan sperma untuk membuahi telur-telur tersebut. Telur-telur menetas menjadi berudu, yang pada akhirnya mengalami metamorphosis (perubahan) menjadi katak muda dan meninggalkan air untuk hidup di darat.


Pada umunya katak memiliki kulit yang licin dan basah, serta tungkai yang panjang untuk melompat.

 

Pada umunya bangkong memiliki kulit yang kering dan tidak licin serta memilih berjalan daripada melompat.

 

Warna terang kulit salamander berfungsi sebagai senjata untuk menakuti pemangsa.

 

Kadal air (newt) adalah jenis salamander yang menghabiskan banyak waktu di dalam air.

 

 

Cecila tidak memiliki kaki. Mereka hidup di bawah tanah dan hanya dapat di temukan di daerah tropis. Kebanyakan Cecilia buta.

Leave a comment

Refresh Security code